REMAJA
.co
christian
online
TOP Remaja

Berbeda dalam Pacaran

Dari TOP Remaja

Langsung ke: navigasi, cari
<< 4
Berbeda dalam Pacaran
(2 Korintus 6:14-15 )
>>
Daftar isi: Tujuan | Inspirasi | Refleksi | Diskusi | Aplikasi | Aksi | Konfirmasi | (Catatan Pemimpin)


Tujuan

Remaja mengerti prinsip-prinsip pacaran yang sehat dan menjauhi perilaku pacaran yang negatif.

Inspirasi

POLA PACARAN REMAJA JAKARTA

       Meski hasil penelitian berikut ini tidak mewakili seluruh remaja, namun bisa kita jadikan bahan renungan. Berdasarkan hasil penelitian Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang dilakukan oleh Rita Damayanti, ternyata 5 dari 100 pelajar setingkat SMA di Jakarta telah melakukan hubungan seks sebelum menikah.

Soulmate.jpg

       Perilaku pola pacaran yang dilakukan antara lain mulai berciuman bibir hingga berhubungan seks. Perilaku seks pranikah itu pun erat kaitannya dengan penggunaan narkoba di kalangan para remaja. Tujuh dari 100 pelajar SMA pernah memakai narkoba. Dia meneliti 8.941 pelajar dari 119 SMA dan yang sederajat di Jakarta (Suara Remaja-Suara Merdeka, 20 Mei 2010).

Orang bawa bunga.jpg

       Ketika ditanyakan tujuan pacaran, mereka memberikan jawaban yang beragam. “Pacaran itu ya untuk ‘have fun’ aja, emang untuk apa lagi?” ujar seorang remaja. “Pacaran itu, hubungan pria dan wanita karena adanya perasaan saling suka,” ujar remaja lainnya. Seorang remaja lain menjawab: “Pacaran itu untuk menyeleksi pasangan hidup!” Lalu sebenarnya apa sih pacaran itu? Sangat disesalkan bahwa tidak banyak remaja yang tahu tujuan pacaran itu. Memang ada juga yang menjawab dengan benar tetapi sangat sedikit, dan lebih banyak yang menjawab salah atau hanya menjawab: ”Nggak tau!” padahal ironisnya beberapa dari mereka justru telah menjalin hubungan yang disebut ‘berpacaran’.

kembali ke atas

Refleksi

  • Bagaimana pendapat kamu tentang hasil penelitian tersebut di atas?
  • Setujukah kamu dengan pendapat para remaja tentang tujuan berpacaran dalam cerita di atas? Mengapa?
kembali ke atas

Diskusi

Cetak halaman ini

  1. Menurut kamu, apa tujuan berpacaran itu? Sharingkan!
    ___________________________________________________________________________
    ___________________________________________________________________________

  2. Pertimbangan utama apa yang harus kita jadikan syarat di dalam memilih pacar/pasangan hidup? (2Kor. 6:14-15 ).
    ___________________________________________________________________________
    ___________________________________________________________________________

  3. Bagaimana pendapat kamu terhadap remaja Kristen yang memilih pacar tidak seiman, dengan alasan ingin ’menginjili.’ Dapatkah alasan tersebut dibenarkan? Mengapa?
    ___________________________________________________________________________
    ___________________________________________________________________________

  4. Ketika para peneliti mempelajari ciri-ciri dari pasangan-pasangan yang berbahagia dan telah menikah lebih dari 20 tahun, salah satu ciri yang paling penting yang mereka temukan adalah “Iman kepada Allah dan komitmen rohani” (D.L. Fennel, “Characteristics of Long-term First Marriages, “Journal of Mental Health Counseling”). Bagaimana pendapat kamu terhadap hasil penelitian tersebut?
    ___________________________________________________________________________
    ___________________________________________________________________________

    1. Perilaku pola pacaran seperti apa yang masih bisa dikatakan wajar/sehat?
      Wartawarga.jpg

      ______________________________________________
      ______________________________________________
      ______________________________________________
      ______________________________________________
    2. Bagaimana cara mengantisipasi/mencegah supaya perilaku pola pacaran tidak menjurus pada aktivitas yang berbahaya atau ’terlalu jauh’?
      ______________________________________________
      ________________________________________________________________________

  5. Peringatan dan nasehat apa yang diberikan oleh firman Tuhan berikan agar tidak terjerumus dalam perilaku pola pacaran yang negatif?

    • Mzm. 119:9,11  :
      ________________________________________________________________________

    • Mat. 26:41  :
      ________________________________________________________________________

    • 2Tim. 2:22  :
      ________________________________________________________________________

    • 1Ptr.1:14-16  :
      ________________________________________________________________________

    • 1Tes. 4:3,7  :
      ________________________________________________________________________

    • Ibr. 12:14  :
      ________________________________________________________________________

kembali ke atas

Aplikasi

  1. Tuhan melarang kita memilih pacar/pasangan hidup yang tidak seiman.
  2. Tujuan pacaran adalah persiapan menuju pernikahan.
kembali ke atas

Aksi

  1. Bagi yang belum punya pacar : berdoa sungguh-sungguh mohon hikmat Tuhan sebelum memutuskan untuk pacaran agar mempunyai motivasi yang benar.
  2. Bagi yang sudah punya pacar : bersyukur untuk pacar (seiman) yang kamu miliki, belajar untuk setia dan mengasihinya dengan kasih yang murni.
  3. Bertekad/berjuang untuk menjaga kekudusan hidup dan menjauhi nafsu orang muda.
kembali ke atas

Konfirmasi

"Tujuan pacaran adalah persiapan untuk menuju kepada pernikahan, bukan sekadar free love tanpa arah yang jelas."
Tujuanpcr.jpg
kembali ke atas

Catatan Pemimpin

Cetak halaman ini

Refleksi

  • (Jawaban relatif). Berikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pendapatnya.

Diskusi

  1. Tujuan berpacaran adalah menjajaki apakah kelak bisa hidup bersama atau tidak, dengan kata lain tujuan pacaran adalah persiapan menuju pernikahan.

  2. Seiman. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, oleh karena menyangkut satu hal yang sangat mendasar, yaitu dasar dan pandangan hidup. Perbedaan dasar dan pandangan hidup akan mempersulit proses komunikasi dan penerimaan satu dengan yang lain. Apabila seorang percaya menikah dengan orang yang tidak percaya, hubungan mereka dapat memiliki hanya sebanyak 2/3 dari seluruh hubungan yang utuh. Mereka dapat berhubungan secara fisik (tubuh, intelektual dan emosi/ jiwa), tetapi mustahil bagi mereka untuk dapat saling berhubungan secara roh.

  3. Alasan ingin ’menginjili’ seringkali hanya merupakan pembenaran diri dan bentuk ketidaktaatan kita terhadap firman Tuhan (2Kor. 6:14-15 ). Jikalau motivasi kita memang ingin membawa orang tersebut mengenal Tuhan Yesus, kita dapat melakukannya tanpa harus menjadikan dia pacar sekaligus. Seandainya setelah dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan kemudian kita ingin menjalin hubungan pacaran dengan dia, maka itu hal tidak menjadi masalah.

  4. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa masalah spiritualitas merupakan hal yang harus diperhatikan oleh pasangan-pasangan yang hendak menikah. Tak mungkin ada kebahagiaan sejati, jika di dalam keluarga tidak ada iman kepada Allah dan komitmen rohani. Sehubungan dengan hal ini, fisikawan Perancis, Blaise Pascal mengatakan bahwa di dalam hati manusia ada satu ruang kosong yang tidak dapat dipuaskan oleh apapun juga, termasuk oleh pasangan hidup kita, karena ruang kosong tersebut adalah ruang kosong Allah. Sebagi ciptaan kita hanya dapat dipuaskan oleh Allah Pencipta kita.

    1. (Jawaban relatif).

      • Dalam setiap pertemuan lebih memikirkan bagaimana membangun komunikasi yang baik/ membicarakan tentang masa depan, daripada aktifitas seksual.

      • Membicarakan masalah pribadi lebih mendalam (latar belakang keluarga, kepribadian, ketakutan, kelemahan, pengalaman masa lalu, dll)

      • Ketika sedang kencan/berpacaran di tempat umum tetap memperhatikan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

      • Setelah pacaran, tidak eksklusif atau menjauh/menutup diri dari pergaulan sosial dengan teman-teman di sekolah/gereja.

      • Mengkomunikasikan tentang siapa pacar kita kepada orangtua dan bukannya ’backstreet’.

    2. (Jawaban relatif).

      • Sirami hati kita dengan Firman Allah.

      • Hindari pacaran di tempat yang gelap atau remang-remang.

      • Bertemu di tempat terbuka dan umum; jangan mencari-cari kesempatan untuk menyendiri guna melaksanakan niat seksual kita.

      • Bicarakan godaan seksual secara terbuka dan doakan bersama. Sadari dan sharingkan kelemahan masing-masing dalam hal seksual, supaya pasangan kita dapat membantu kita mengatasi hal tersebut.

      • Hindari aktifitas seksual yang berbahaya ketika sedang berpacaran.

      • Buatlah komitmen bersama bahwa hubungan suami istri hanya boleh dilakukan di bawah payung pernikahan.

    • Dengan menjaganya sesuai dengan firman Tuhan dan menyimpan janji atau perintah Tuhan (Mzm. 119:9,11 ).

    • Berjaga-jaga dan berdoalah (Mat. 26:41 )

    • Menjauhi nafsu orang muda,.... dan berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. (2Tim. 2:22 )

    • Hidup sebagai anak-anak yang taat dan tidak menuruti hawa nafsu, hidup kudus di dalam seluruh hidup kita sama seperti Allah yang kudus, yang telah memanggil kita (1Ptr. 1:14-16 )

    • Hidup di dalam pengudusan dengan cara menjauhi percabulan, melakukan apa yang kudus (1Tes. 4:3,7 )

    • Mengejar kekudusan (Ibr. 12:14 ). Kata ’mengejar’ dalam bahasa aslinya (Yunani) adalah ’dioko’ yang memiliki arti : berlari, mencari, mengejar. Berlari -> kiasan dari orang berlari dalam perlombaan lari cepat untuk mencapai tujuan; mencari/mengejar -> mengejar/mencari dengan penuh semangat atau dengan sungguh-sungguh berusaha untuk memperolehnya. Sedangkan kata ’kekudusan’ dalam bahasa aslinya (Yunani) adalah ’hagiasmos’ yang berarti : penyucian, pemurnian, penyucian hati dan kehidupan, kehidupan kudus.

kembali ke atas