REMAJA
.co
christian
online
TOP Remaja

Meski Kecil namun Berdampak Besar

Dari TOP Remaja

Langsung ke: navigasi, cari
<< 12
Meski Kecil namun Berdampak Besar
(Yohanes 6:1-15 )
Daftar isi: Tujuan | Inspirasi | Refleksi | Diskusi | Aplikasi | Aksi | Konfirmasi | (Catatan Pemimpin)

Tujuan

Remaja menyadari bahwa sebuah tindakan/ pelayanan yang nampak kecil dan tidak berarti, jika dilakukan dengan kasih dan ketulusan hati dapat berdampak besar.

Inspirasi

”Berawal dari 57 sen”

       Kisah nyata ini terjadi pada akhir tahun 1800-an di Philadelphia. Seorang gadis kecil yang bernama Hattie May Wiatt berdiri terisak di dekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar, ia tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena “sudah terlalu penuh”. Pdt. Russell H. Conwell yang kebetulan lewat menanyakan mengapa ia menangis. “Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu” jawab Hattie.

Hattie.jpg

       Melihat penampilan Hattie yang acak-acakan dan tidak terurus, sang pendeta segera mengerti dan bisa menduga sebabnya ia tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya Hattie masuk ke ruangan Sekolah Minggu dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk Hattie. Hattie bersama kedua orangtuanya tinggal di daerah kumuh karena mereka tergolong keluarga miskin. Hattie begitu tergugah perasaannya, sehingga sebelum tidur di malam itu ia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya, yang tidak mempunyai kesempatan untuk ikut Sekolah Minggu.

57cent.jpg
Ketika ia menceritakan pengalamannya itu kepada orang tuanya, sang ibu menghiburnya bahwa dia masih beruntung mendapatkan pertolongan dari bapak pendeta yang baik hati. Sejak saat itu, Hattie bersahabat dengan Pdt. Conwell.

        Dua tahun kemudian Hattie meninggal. Orang tuanya meminta bantuan Pdt. Conwell untuk memimpin acara pemakaman yang sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan tempat tidur Hattie dirapikan, ditemukan sebuah dompet usang, kumal dan sudah sobek di beberapa bagian. Di dalam dompet tersebut terdapat uang receh sebesar 57 sen dan secarik kertas tulisan tangan Hattie yang isinya sebagai berikut : “Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak bisa menghadiri Sekolah Minggu.” Rupanya selama 2 tahun, semenjak ia tidak diperbolehkan masuk gereja itu, Hattie telah mengumpulkan dan menabung hingga terkumpul 57 sen untuk maksud yang sangat mulia itu.

        Ketika Pdt. Conwell membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, Pdt. Conwell segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia Hattie untuk memperbesar bangunan gereja. Namun ceritanya tidak berakhir sampai di sini. Sebuah perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya. Akhirnya, ada seorang Pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi di dekat gereja kecil itu, namun para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tidak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu.

Pendeta.jpg
Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi, bola salju yang dimulai oleh seorang gadis kecil miskin ini pun terus bergulir dan dalam 5 tahun telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu karena dapat dipakai untuk membeli emas seberat 1 ton.

        Semangat, kasih dan ketulusan hati Hattie ternyata membawa dampak yang luar biasa. Berawal dari 57 sen itu, kini di Philadelphia telah berdiri Temple Baptist Church sebuah gereja dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang, Temple University tempat ribuan mahasiswa sedang belajar, Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan khusus untuk Sekolah Minggu dengan ratusan pengajar, semuanya itu untuk memastikan agar jangan sampai ada satu anak pun yang tidak mendapat tempat di Sekolah Minggu. Di dalam salah satu ruangan bangunan ini, tampak terlihat foto Hattie dengan tabungannya sebesar 57 sen yang telah membuat sejarah. Di sampingnya terdapat foto Pdt. Conwell, seorang pendeta yang telah mengulurkan tangannya kepada Hattie, si gadis kecil yang miskin itu.
(Sumber : http://library.temple.edu/collections/special_collections/hattie.jsp)

kembali ke atas

Refleksi

  • Pelajaran/insight apa yang kamu dapatkan dari kisah nyata tersebut? Apakah dampak atau arti 57 sen itu bagi ‘Temple Baptis Church” di kemudian hari?
  • Sikap apa yang dapat kamu teladani dari Hattie dan Pdt. Conwell?
kembali ke atas

Diskusi

Cetak halaman ini

  1. Seorang ibu mendatangi Washington, seorang tokoh yang menentang perbudakan di Amerika pada saat itu dan berkata, “Saya tahu bahwa bapak adalah seorang pejuang yang memperjuangkan persamaan hak antara orang kulit putih dan kulit hitam. Saya tidak dapat memberi banyak untuk mendukung perjuangan bapak. Saya hanya mempunyai enam butir telur ini dan saya berharap telur-telur ini dapat berguna bagi kesehatan bapak dan rekan-rekan lainnya.” Washington kemudian berkata, “Sepanjang hidup saya baru kali ini saya mendapatkan dukungan dan sumbangan yang begitu menggetarkan hati saya. Terimakasih banyak untuk perhatiannya.” Ketika orang lain mendengar apa yang diperbuat oleh ibu ini maka yang lainnya pun menyusul untuk berbuat hal yang sama; mendukung perjuangan Washington semampu mereka.

    • Pelajaran apa yang kita dapatkan dari sikap atau respons Washington tersebut?
      __________________________________________________________________________
      __________________________________________________________________________

    • Apakah dampak dari tindakan sederhana seorang ibu tersebut?
      __________________________________________________________________________
      __________________________________________________________________________

    1. Apa arti “5 roti jelai dan 2 ekor ikan” itu bagi para murid? (ay. 9)
      Rotiikan.jpg

      __________________________________________
      __________________________________________
      __________________________________________
    2. Bukankah apa yang dikatakan oleh para murid tersebut sebenarnya logis? Bagaimana seharusnya kita menempatkan logika kita?
      __________________________________________
      __________________________________________________________________________

    3. Dalam hal apa, terkadang kamu juga berpikir atau bertindak seperti halnya para murid?
      __________________________________________________________________________
      __________________________________________________________________________

    1. Apa arti “5 roti jelai dan 2 ekor ikan” itu bagi Tuhan Yesus?
      __________________________________________________________________________

    2. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus dengan “5 roti jelai dan 2 ekor ikan” tersebut? (ay. 11)
      __________________________________________________________________________

    3. Pelajaran atau prinsip-prinsip penting apakah yang dapat kita pelajari dari sikap Tuhan Yesus tsb?
      __________________________________________________________________________

    1. Bagaimana Alkitab menceritakan akhir kisah tentang “5 roti jelai dan 2 ekor ikan” pemberian seorang anak kecil tersebut? Apa yang terjadi dengan “5 roti dan 2 ekor ikan” itu? (ay. 12-13)
      __________________________________________________________________________

    2. Apa yang kamu pelajari dari peristiwa ini?
      __________________________________________________________________________

    3. Adakah yang terlalu kecil untuk dapat kita persembahkan kepada Tuhan?
      __________________________________________________________________________

  2. Perhatikan beberapa fakta Alkitab berikut ini:

    • Tuhan Yesus memberi makan 5 orang lebih dengan 5 roti jelai dan 2 ikan.

    • Musa membelah laut Teberau dengan tongkat kayu.

    • Daud membunuh Goliat dengan umban.

    • Simson mengalahkan seribu orang dengan sebatang tulang rahang keledai.

      1. Pelajaran penting apa yang kamu dapatkan dari fakta-fakta di atas?
        _______________________________________________________________________
        _______________________________________________________________________

      2. Mengapa kita tidak boleh menganggap remeh hal kecil yang dapat kita berikan dan lakukan bagi Tuhan dan sesama?
        _______________________________________________________________________
        _______________________________________________________________________

kembali ke atas

Aplikasi

  1. Tuhan tidak pernah memandang hina apa yang kita berikan/ persembahkan, Tuhan bahkan dapat membuat hal yang besar dari hal-hal kecil yang kita anggap remeh.
  2. Tidak tidak boleh menganggap remeh hal kecil yang dapat kita berikan dan lakukan bagi Tuhan dan sesama.
  3. Tindakan atau pemberian sekecil apapun yang kita lakukan dengan kasih dan ketulusan dapat berdampak besar dan menjadi berkat bagi orang lain.
kembali ke atas

Aksi

  • Bersyukurlah untuk setiap berkat/ talenta yang telah Tuhan berikan sekecil apapun itu.
  • Tuliskan sebuah tekad untuk melakukan hal-hal kecil/ sederhana yang dapat kamu lakukan bagi orang lain (teman, orangtua/ komisi remaja/ persekutuan di mana kamu berada) :
    _____________________________________________________________________________
    _____________________________________________________________________________
kembali ke atas

Konfirmasi

Tergantung ditangan siapa?
Konfirmasi1.jpg

Bola basket ditanganku berharga Rp. 150.000.
Bola basket ditangan Michael Jordan berharga 33 juta dollar.
Tergantung ditangan siapa.

Baseball di tanganku berharga Rp 60.000.
Baseball ditangan Mark McGuire berharga 19 juta dollar.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Raket.jpg


Raket tenis ditanganku mungkin tak ada gunanya (‘raket nyamuk’ mungkin justru lebih berguna)
Raket tenis ditangan Pete Sampras/ Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.
Tergantung ditangan siapa.

Stick golf di tanganku mungkin tidak berguna.
Stick golf di tangan Tiger Woods bisa menghasilkan 90 juta dolar lebih.
Tergantung ditangan siapa.

Tongkat kayu ditanganku dapat menghalau binatang buas.
Tongkat kayu ditangan Musa dapat membelah lautan luas.
Tergantung ada di tangan siapa.

Konfirmasi3.jpg


Umban ditanganku hanyalah merupakan mainan anak-anak. Umban ditangan Daud merupakan senjata yang dahsyat.
Tergantung ditangan siapa.

Lima roti dan dua ikan dalam tanganku adalah Fillet O' Fish McDonalds. Lima roti dan dua ikan di tangan Yesus dapat memberi makan ribuan orang.
Tergantung ditangan siapa.

Paku ditanganku berguna untuk memasang hiasan dinding.
Paku ditangan Yesus Kristus menghasilkan keselamatan bagi manusia berdosa.
Tergantung ditangan siapa.


Segala sesuatu tergantung ditangan siapa. Ditangan Allah, sesuatu yang kecil dan nampak tidak berarti dapat berdampak besar.
(Anonim)
kembali ke atas

Catatan Pemimpin

Cetak halaman ini

  1. Dampak perbuatan ibu ini luar biasa walaupun menurut ukuran dunia tidak istimewa.

  2. Tetapi sayang sekali bahwa Filipus dan Andreas bukannya bersandar kepada Tuhan, tetapi sama-sama bersandar pada logika / matematika!.
    Logika / matematika bukannya tidak boleh dipakai, dan pada umumnya bahkan harus dipakai. Misalnya, kalau kita mau mengadakan pesta, kita harus menghitung jumlah orang yang diundang / akan datang, dan memesan makanan secukupnya. Tetapi bagaimanapun kita tidak boleh bersandar pada logika / matematika (bdk. Amsal 3:5 ). Dalam urusan dengan Tuhan, seringkali matematika menjadi tidak berlaku!

  3. Jerry Bridges, dalam buku Respectable Sins yang diterjemahkan dengan judul Dosa-dosa yang Dianggap Pantas, memberikan daftar beberapa dosa yang seringkali tidak kita anggap sebagai dosa karena sudah kita menganggap sebagai sesuatu yang pantas. Di dalam daftar tersebut, salah satu dosa yang disebutkannya adalah unthankfulness atau sikap tidak bersyukur atau tidak berterima kasih. Suatu hal yang yang sepertinya sudah ditoleransi begitu rupa oleh orang Kristen sebagai suatu dosa yang sudah tidak dianggap lagi sebagai suatu dosa. Ketika kita melihat pada figur Tuhan Yesus maka kita tidak menemukan Dia secara tegas memberi perintah untuk bersyukur tetapi Dia memberikan contoh dalam bersyukur. Yohanes 6:11 mengatakan, “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.” Kalimat ini sederhana dan cukup sering kita lewati tetapi kalau kita perhatikan dengan baik, misalnya dalam kisah lanjutannya dalam ayat 23, penulis Injil Yohanes bukan hanya mengingat mujizat yang dilakukan Yesus tetapi juga mengingat Tuhan mengucap syukur atasnya.

    • Tuhan tidak pernah memandang hina apa yang kita persembahkan bahkan Tuhan dapat membuat hal yang besar dari hal-hal kecil yang kita anggap remeh.

    • Tidak menganggap remeh hal kecil yang dapat kita berikan dan lakukan bagi Tuhan dan sesama.

kembali ke atas